Dengan modal pinjaman dari BMN 15 Dirham Pak Gunawan kembali mampu nafkahi keluarga. Ia membuka kedai es campur.
Siang itu Pak Gunawan, seorang tukang lepas yang kebetulan pernah bekerja di tempat Pak Zaim Saidi, datang menemuinya. Ia menanyakan apakah ada pekerjaan yang bisa ia lakukan, sebagai tukang. Kebetulan sedang tak ada pekerjaan, maka ia pun mengutarakan bahwa sebenarnnya ia sedang membutuhkan uang, untuk membayar uang sekolah anaknya. “Sekitar 450 ribu rupiah, yang harus saya bayarkan besok pagi,” katanya, memberikan alasan ia mencari pekerjaan.
Sebagai penduduk asli di Tanah Baru Depok, ia bercerita, saat ini justru sulit mendapatkan pekerjaan, meski proyek pembangunan rumah justru sedang melimpah. “Semua pemborong telah membawa tukang sendiri, penduduk asli tak kebagian,” ujarnya.
Jadi, persoalan Pak Gunawan, bapak empat anak ini, bukan sekadar sedang tidak memiliki uang, tapi tidak memiliki sumber nafkah yang tetap. Melihat hal ini Pak Zaim Saidi, sebagai pimpinan Batul Mal Nusantara, menawari Pak Gunawan modal pinjaman dari Baitul Mal Nusantara, untuk modal usaha.
Dengan penuh kegembiraan Pak Gunawan pun merespon dengan spontan. Ia bercerita bahwa is pun senang berdagang, beberapa yang terpikirkan adalah menjual sayuran, lauk pauk, khsusunya ayam dan ikan bakar, atau es buah. Sesudah mempertimbangkan beberapa hal, termasuk momentum Ramadhan, is memutuskan berjualan es campur dan jus buah.
Modal yang diberikan oleh BMN untuk itu adlah 16 Dirham, setara sekitar Rp 500.000. Esoknya, dengan modal pinjaman 15 Dirham itu, ia belanja ada kelapa muda, buah-buahan, cincau, peyeum, dll, dan segera memulai kedai es buah-nya. Sudah lebih sepekan ini istrinya rajin menemaninya berjualan di bilangan pertigaan Perum beji Permai, Depok. Pak Gunawan sekeluarga kini dapat lebih tenang mengarungi hidup, meski masih harus berjuang membuat kedai es campurnya ramai dikunjungi pembeli.Bagi yang ingin membantu kaum dhuafa membuka usaha, dalam memberikannya lewat Baitul Mal Nusantara:
Transfer ke Rek Bank Syari’ah Mandiri 067.008.4439, Capem Margonda Depok, a.n Amal Nusantara untuk dikonversi ke Dirham/Dinar.
atau langsung diserahkan ke:
Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali no 2 Rt 003/Rw 04. Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426.
Telp. 7752699/email: abdarrahman@bmnusantara.org.

Sudah beberapa tahun ini sejak suaminya tidak ada di sisinya lagi, Ibu Salmah Lodra (64 tahun), mengandalkan dagangan gado-gado dan nasi ramesnya sebagai sumber nafkah keluarganya. Meski sudah beranjak dewasa, satu anak laki-laki dan satu putrinya masih tinggal bersamanya, di rumah peninggalan suaminya. Meski ia mengaku sejak muda memang menyukai berdagang tetapi usianya kini membuat geraknya tak selincah dulu. Ia pun memilih berdagang di dekat rumahnya.
Total uang zakat yang dibagikan pada periode ini adalah 212 Dirham. Sampai saat ini di BMN masih ada saldo zakat sebesar 110 Dirham dan 0.5 Dinar. Sisa uang zakat ini akan segera dibagikan di wilayah Bekasi dan Sawangan , terutama bersamaan dengan hari pasaran berikutnya.
Tujuan kegiatan “Tebar Sejuta Dirham” ada dua. Pertama, mengajak umat Islam yang ingin bersedekah hendaklah diwujudkan dalam Dirham perak dan bukan rupiah, hingga dalam jangka menengah panjang memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kedua, dengan memberikan sedekah berbentuk koin Dirham perak, dalam satuan apa pun, pemberi sekaligus melakukan edukasi dan sosialisasi kembalinya nuqud nabawi ini.
Demikian sebuah pesan dalam surat elektronik yang diterima pengurus BMN belum lama ini. Pengirimnya hanya menyebutkan dirinya sebagai ‘Hamba Allah’. Sumbangan ini tentu saja sangat berarti, terutama bagi program permodalan usaha bagi kaum dhuafa. Prioritas BMN memang untuk para pedagang mikro dan kecil yang memerlukan modal. Sebagaimana diketahui, saat ini pada umumnya mereka mendapatkan modal dari para rentenir, dengan bunga yang sangat mencekik.
Saat ini hampir tidak ada lagi pasar yang sesuai dengan sunah Rasul SAW ini. Para pedagang justru acap dikejar-kejar oleh petugas Satpol PP. Oleh karena itu Baitul Mal Nusantara (
Alhamdulillah, uluran tangan telah datang dari beberapa orang dermawan. Bpk Soetrisno Bachir, mantan Ketua Umum PAN, memberikan sedekah sebesar Rp 15 juta. Seorang dermawan lain, Bpk Fulan bin Fulan, meyumbangkan Rp 500 ribu. Dengan sumbangan inilah tenda pertama JAWARA dan beberapa sarana penunjang telah berhasil disediakan oleh BMN, dan untuk pertama kalinya dipakai di arena FHP ke-8, Tanah Baru, 30 Mei 2010 lalu.
Wakaf ini berasal dari Ibu Ida Priatna sebesar 43 dirham, dan Bpk Moh. Heriyadi, sebesar 3 dirham. Selaku nadzir dalam hal ini Sufyan al Jawi, untuk memantau waqaf sesuai fungsinya, yaitu mengentaskan kemiskinan dengan qardhul hasan dan muamalah syar’i. Adapun produsen makanan dikordinir oleh akhi Deni, karena pengalaman beliau dalam bidang pemasaran makanan ringan.
“Kami mengajak kepada produsen muslim lainnya di wilayah Cilincing dan Merunda sini semoga mau menerima dinar dirham dalam muamalah mereka,” kata Mas Deni. Sebab kapan lagi kita menegakkan sunnah ini kalau bukan sekarang? Untuk sementara waktu, wakaf 46 dirham dimamfaatkan oleh ibu-ibu nelayan dhuafa untuk modal produksi makanan kue basah dan gorengan, yang dikordinir oleh ibu Siti Nuraini, di Cilincing Jakarta Utara. Menjelang bulan Juni nanti, wakaf ini segera diserah terimakan kepada akhi Deni.
Pak Jalil semula bekerja di lapak barang rongsong sebagai tenaga kasar dengan tugas memilah-milah barang rongsong sesuai jenisnya, plastik, kertas, besi, atau lainnya. Namun, sejak Pak Maskowi, majikannya, pindah domisili ia harus bekerja sendirian. Dibantu oleh istrinya, sejak sekitar setahun lalu, ia membuka warung kopi di kedai sementara, di tepi Kali Tanah Baru, berseberangan dengan tempat bekas majikan lapaknya. Kini lapak itu sudah tak ada, berganti sebagai tempat pencucian motor.
Di Pangalengan pula kita menemukan hamparan perkebunan the yang dikelola oleh PT Perkebunan Malabar, yang merupakan perkebunan peninggalan jaman kolonial dulu. Dari Pangalengn pula kita bisa mendapatkan susu sapi lokal dengan koperasi peternak yang mungkin tersbesar secara nasional.
Loading...
Recent Comments