June 2010

You are currently browsing the monthly archive for June 2010.

Seorang ‘Hamba Allah’ menyedekahkan 25 Dirham melalui BMN untuk pembebasan kaum dhuafa dari jerat rentenir. Program Garnissun Bangsa terus berlanjut.

‘Bersama ini saya sertakan bukti transfer ke Rekening BCA No 7150500405
( KCP Nusantara
 atas nama Ricky Rachadi ) sejumlah Rp 840.000,-
(setara 25 Dirham, sesuai dengan rate Dirham Wakala Nusantara per hari
ini) untuk dapat digunakan oleh Baitul Mal Nusantara (BMN) terutama
bagi pembebasan kaum dhuafa.”

Mohon konfirmasinya dan kiranya bisa diterima untuk dipergunakan di
jalan Allah SWT.’


Demikian sebuah pesan dalam surat elektronik yang diterima pengurus BMN belum lama ini. Pengirimnya hanya menyebutkan dirinya sebagai ‘Hamba Allah’. Sumbangan ini tentu saja sangat berarti, terutama bagi program permodalan usaha bagi kaum dhuafa. Prioritas BMN memang untuk para pedagang mikro dan kecil yang memerlukan modal. Sebagaimana diketahui, saat ini pada umumnya mereka mendapatkan modal dari para rentenir, dengan bunga yang sangat mencekik.

Dengan pemberitaan ini, pengurus BMN juga ingin menyampaikan terima kasih kepada sang dermawan yang tak menyebutkan identitasnya ini, untuk disalurkan dengan sebaik-baiknya sesuai yang diamanahkan. Dalam waktu dekat, BMN akan melebarkan sayapnya ke wilayah Bandung. Amir Devid Hardi akan menjalankan program ‘pembebasan kaum dhuafa’ di wilayahnya, melalui Baitul Mal Bandung. Saat ini ia tengah mengidentifikasi para calon penerima bantuan para dermawan yang disalurkan lewat Baitul Mal. Ini semua adalah bagian dari Program Garnissun (Gerakan Nasional Infak Sedekah Sedirham untuk Penguatan) Bangsa. Koin sebanyak 25 Dirham dari ‘hamba Allah’ ini dialokasikan semuanya untuk BMN Bandung tersebut.

Semoga sedekah di atas menjadi berkah bagi penerimanya, dan menghadirkan pahala yang mengalir abadi sebagai amal jariah bagi pemberinya. Semoga Allah Ta’ala menggantinya dengan berlipat ganda. Amin.

Bagi yang ingin berpartisipasi dalam Garnissun Bangsa, hubungi:

Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali No 2 RT 003/04
Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426
Telp. 7756071 - 7752699
Email: abdarrahman@bmnusantara.org
Rekening BCA No 7150500405 KCP Nusantara
Atas nama Ricky Rachadi(001)

Para pedagang acap dikejar-kejar Satpol PP karena berjualan di tempat-tempat yang dianggap tak layak.

Agar masyarakat dapat berjualan dengan baik Baitul Mal Nusantara (BMN) mengupayakan wakaf pasar.Dalam suatu riwayat disebutkan Ibrahim ibnu Mundhir al Hizami meriwayatkan dari Abdullah ibn Ja’far bahwa Muhamad ibn Abdullah ibn Hasan mengatakan, “Rasul SAW memberi kaum Muslimin pasar sebagai sedekah”. Dalam riwayat lain disebutkan Ibnu Zabala meriwayatkan dari Khalid ibnu Ilyas al Adawi, “Surat Umar ibnu Abdul Azis dibacakan kepada kami di Madinah, yang menyatakan bahwa pasar adalah sedekah dan tidak boleh ada sewa kepada siapa pun”.

PKL dan Satpol PPSaat ini hampir tidak ada lagi pasar yang sesuai dengan sunah Rasul SAW ini. Para pedagang justru acap dikejar-kejar oleh petugas Satpol PP. Oleh karena itu Baitul Mal Nusantara (www.bmnusantara.org) dan JAWARA (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dinar Dirham Nusantara), mengupayakan berdirinya kembali pasar-pasar Islam tersebut, melalui kegiatan festival hari pasaran. Kita harus mengupayakan tersedianya tanah dan sarana wakaf untuk penyelenggaraan pasar. Selain berupaya membangun pasar, BMN juga melakukan berbagai kegiatan amal sosial lainnya.

Untuk itu BMN terus mengupayakan dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan cita-cita melindungi para pedagang kecil tersebut dengan memberikan sedekah dan wakaf, dalam bentuk tanah maupun uang tunai, melalui BMN. Untuk sementara ini, sebelum ada lokasi pasar yang memadai, pasar-pasar diselenggarakan secara berkeliling, memanfaatkan tanah-tanah lapang yang tersedia. Dalam jangka pandek ini BMN menyediakan tenda dan sarana penunjang lain untuk membantu para pedagang ini.

Alhamdulillah, uluran tangan telah datang dari beberapa orang dermawan. Bpk Soetrisno Bachir, mantan Ketua Umum PAN, memberikan sedekah sebesar Rp 15 juta. Seorang dermawan lain, Bpk Fulan bin Fulan, meyumbangkan Rp 500 ribu. Dengan sumbangan inilah tenda pertama JAWARA dan beberapa sarana penunjang telah berhasil disediakan oleh BMN, dan untuk pertama kalinya dipakai di arena FHP ke-8, Tanah Baru, 30 Mei 2010 lalu.

Untuk yang ingin berpartisipasi dalam wakaf pasar (bagian dari Program Wakaf Imaret) dan pengadaan tenda-tenda dan sarana penunjang untuk pasar keliling, maupun kegiatan sosial lainnya, dapat menyalurkan sedekah, infak, dan wakaf tunai melalui BMN.

Kirimkan ke Rek BCA No 7150500405 KCP Nusantara a.n Ricky Rachadi, atau langsung diserahkan ke:

Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali no 2 Rt 003/Rw 04.
Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426.
Telp. 7756071-7752699
email: abdarrahman@bmnusantara.org.

Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
Setelah tegaknya Pasar Islam (FHP), satu lagi pilar Muamalah tijara ditegakkan: produsen menerima dinar dirham. Diharapkan muamalah dapat berputar dengan sempurna.
Alhamdulillah, Baitulmal Nusantara (BMN), kembali menyalurkan waqafnya, kali ini sebesar 46 dirham untuk membantu produsen makanan ringan dalam kemasan (jajanan).

Wakaf KueWakaf ini berasal dari Ibu Ida Priatna sebesar 43 dirham, dan Bpk Moh. Heriyadi, sebesar 3 dirham. Selaku nadzir dalam hal ini Sufyan al Jawi, untuk memantau waqaf sesuai fungsinya, yaitu mengentaskan kemiskinan dengan qardhul hasan dan muamalah syar’i. Adapun produsen makanan dikordinir oleh akhi Deni, karena pengalaman beliau dalam bidang pemasaran makanan ringan.

Kaum dhuafa yang tergabung sebagai produsen makanan, dilatih untuk membuat makanan yang sehat dan halal, sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Memang waqaf 46 dirham ini belumlah cukup untuk membangun industri rumahan secara luas yang melibatkan banyak orang. Insya Allah dengan istiqomah, industri kecil ini tetap mampu menjadi produsen dalam skala kecil, yang diharapkan berfungsi sebagai mata rantai dari perputaran muamalah. Kegiatan peningkatan prduksinya sendiri akan dimulai pada bulan Juli 2010 saja, sebab orientasi pemasarannya adalah kantin-kantin sekolah. Untuk itulah produksi harus disesuaikan dengan jadwal masuk sekolah. Nantinya setelah modal cukup besar, pemasaran ditingkatkan, menyebar ke warung, toko-toko, dan pasar-pasar, tentu dengan merk dagang dan kemasan yang menarik.

Seperti kita ketahui, produk makanan ringan dalam kemasan, pada hari ini dikuasai oleh Non-muslim. Makanan kemasan ini digemari oleh anak-anak muslim, padahal jajanan ini belum tentu sehat, dan tidak jelas halal haramnya. Untuk itulah kami bertekad, bahwa wakaf ini, insyaAllah membuka pintu bagi terciptanya produk muslim yang tangguh.

Akhi  Deni“Kami mengajak kepada produsen muslim lainnya di wilayah Cilincing dan Merunda sini semoga mau menerima dinar dirham dalam muamalah mereka,” kata Mas Deni. Sebab kapan lagi kita menegakkan sunnah ini kalau bukan sekarang? Untuk sementara waktu, wakaf 46 dirham dimamfaatkan oleh ibu-ibu nelayan dhuafa untuk modal produksi makanan kue basah dan gorengan, yang dikordinir oleh ibu Siti Nuraini, di Cilincing Jakarta Utara. Menjelang bulan Juni nanti, wakaf ini segera diserah terimakan kepada akhi Deni.

Semoga Allah meridhai perjuangan ini.

Dengan qardul hasan sebesar 10 Dirham Warung Kopi Pak Jalil tidak lagi tergantung pada rentenir.

Bang JalilPak Jalil semula bekerja di lapak barang rongsong sebagai tenaga kasar dengan tugas memilah-milah barang rongsong sesuai jenisnya, plastik, kertas, besi, atau lainnya. Namun, sejak Pak Maskowi, majikannya, pindah domisili ia harus bekerja sendirian. Dibantu oleh istrinya, sejak sekitar setahun lalu, ia membuka warung kopi di kedai sementara, di tepi Kali Tanah Baru, berseberangan dengan tempat bekas majikan lapaknya. Kini lapak itu sudah tak ada, berganti sebagai tempat pencucian motor.

Di warung kopinya Pak Jalil dan istrinya juga menjual teh manis, mi instant rebus dan goreng, serta nasi uduk dengan lauk pauk sekadarnya (bala-bala, tempe goreng, dan kerupuk) di pagi hari. “Pelanggan saya sebenarnya lumayan, tapi kebanyakan pada ngebon,” kata Pak Jalil. Akibatnya perputaran dagangannya tidak lancer. Dengan omset yang tak terlalu besar akhir ia terpaksa mengambil utang juga untuk memodali warungnya.

Kemana ia meminjam uang? Siapa lagi kalau bukan ke rentenir. “Kalau saya meminjam Rp 100 ribu, saya terimanya Rp 90 ribu, karena dipotong biaya administrasi Rp 10 ribu,” ia bercerita. “Jumlah yang harus saya kembalikan adalah Rp 120 ribu dalam tempo sebulan,” tambahnya.

Alhasil utang Pak Jalil kepada rentenir tersebut adalah berbunga sangat tinggi, 30%/bln. Ini berarti utang berbunga 360%/tahun! Sungguh tak terkira dzalimnya.

Karena itu, kepadanya Baitul Mal Nusantara, menawarkan pinjaman kebajikan sebesar 10 Dirham, nilai modal yang memang ia butuhkan untuk memutar warung kopinya. Dengan pinjaman ini ia langsung dapat memutus hubungan dengan si rentenir.

Sesudah mengerti tentang uang Dinar dan Dirham pun Pak Jalil segera bergabung dengan JAWARA, dan menerima Dirham sebagai alat bayar di warung kopinya. Pada hari Ahad, 30 Mei 2010, ini otomatis Pak Jalil akan ikut meramaikan Festival Hari Pasaran Dirham Dinar Nusantara di Tanah Baru. Sebab lokasi FHP, yang berada di sebelah bekas lapak majikannya dulu, juga persis berseberangan dengan warung kopinya.

Bagi yang ingin turut membebaskan kaum dhuafa dari cengkeraman rentenir, dapat menyalurkan bantuannya melalui Baitul Mal Nusantara (BMN). Hubungi:

Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali no 2 rt 003/04
Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426
Telp. 7756071 - 7752699
Email: abdarrahman@bmnusantara.org
Rekening BCA No 7150500405 KCP Nusantara
Atas nama Ricky Rachadi