Seorang ‘Hamba Allah’ menyedekahkan 25 Dirham melalui BMN untuk pembebasan kaum dhuafa dari jerat rentenir. Program Garnissun Bangsa terus berlanjut.
Demikian sebuah pesan dalam surat elektronik yang diterima pengurus BMN belum lama ini. Pengirimnya hanya menyebutkan dirinya sebagai ‘Hamba Allah’. Sumbangan ini tentu saja sangat berarti, terutama bagi program permodalan usaha bagi kaum dhuafa. Prioritas BMN memang untuk para pedagang mikro dan kecil yang memerlukan modal. Sebagaimana diketahui, saat ini pada umumnya mereka mendapatkan modal dari para rentenir, dengan bunga yang sangat mencekik.
Dengan pemberitaan ini, pengurus BMN juga ingin menyampaikan terima kasih kepada sang dermawan yang tak menyebutkan identitasnya ini, untuk disalurkan dengan sebaik-baiknya sesuai yang diamanahkan. Dalam waktu dekat, BMN akan melebarkan sayapnya ke wilayah Bandung. Amir Devid Hardi akan menjalankan program ‘pembebasan kaum dhuafa’ di wilayahnya, melalui Baitul Mal Bandung. Saat ini ia tengah mengidentifikasi para calon penerima bantuan para dermawan yang disalurkan lewat Baitul Mal. Ini semua adalah bagian dari Program Garnissun (Gerakan Nasional Infak Sedekah Sedirham untuk Penguatan) Bangsa. Koin sebanyak 25 Dirham dari ‘hamba Allah’ ini dialokasikan semuanya untuk BMN Bandung tersebut.
Semoga sedekah di atas menjadi berkah bagi penerimanya, dan menghadirkan pahala yang mengalir abadi sebagai amal jariah bagi pemberinya. Semoga Allah Ta’ala menggantinya dengan berlipat ganda. Amin.
Bagi yang ingin berpartisipasi dalam Garnissun Bangsa, hubungi:
Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali No 2 RT 003/04
Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426
Telp. 7756071 - 7752699
Email: abdarrahman@bmnusantara.org
Rekening BCA No 7150500405 KCP Nusantara
Atas nama Ricky Rachadi(001)

Saat ini hampir tidak ada lagi pasar yang sesuai dengan sunah Rasul SAW ini. Para pedagang justru acap dikejar-kejar oleh petugas Satpol PP. Oleh karena itu Baitul Mal Nusantara (
Alhamdulillah, uluran tangan telah datang dari beberapa orang dermawan. Bpk Soetrisno Bachir, mantan Ketua Umum PAN, memberikan sedekah sebesar Rp 15 juta. Seorang dermawan lain, Bpk Fulan bin Fulan, meyumbangkan Rp 500 ribu. Dengan sumbangan inilah tenda pertama JAWARA dan beberapa sarana penunjang telah berhasil disediakan oleh BMN, dan untuk pertama kalinya dipakai di arena FHP ke-8, Tanah Baru, 30 Mei 2010 lalu.
Wakaf ini berasal dari Ibu Ida Priatna sebesar 43 dirham, dan Bpk Moh. Heriyadi, sebesar 3 dirham. Selaku nadzir dalam hal ini Sufyan al Jawi, untuk memantau waqaf sesuai fungsinya, yaitu mengentaskan kemiskinan dengan qardhul hasan dan muamalah syar’i. Adapun produsen makanan dikordinir oleh akhi Deni, karena pengalaman beliau dalam bidang pemasaran makanan ringan.
“Kami mengajak kepada produsen muslim lainnya di wilayah Cilincing dan Merunda sini semoga mau menerima dinar dirham dalam muamalah mereka,” kata Mas Deni. Sebab kapan lagi kita menegakkan sunnah ini kalau bukan sekarang? Untuk sementara waktu, wakaf 46 dirham dimamfaatkan oleh ibu-ibu nelayan dhuafa untuk modal produksi makanan kue basah dan gorengan, yang dikordinir oleh ibu Siti Nuraini, di Cilincing Jakarta Utara. Menjelang bulan Juni nanti, wakaf ini segera diserah terimakan kepada akhi Deni.
Pak Jalil semula bekerja di lapak barang rongsong sebagai tenaga kasar dengan tugas memilah-milah barang rongsong sesuai jenisnya, plastik, kertas, besi, atau lainnya. Namun, sejak Pak Maskowi, majikannya, pindah domisili ia harus bekerja sendirian. Dibantu oleh istrinya, sejak sekitar setahun lalu, ia membuka warung kopi di kedai sementara, di tepi Kali Tanah Baru, berseberangan dengan tempat bekas majikan lapaknya. Kini lapak itu sudah tak ada, berganti sebagai tempat pencucian motor.
Loading...
Recent Comments