Sedekah

You are currently browsing the archive for the Sedekah category.

Tebar Sejuta Dirham kembali dilaksanakan, kali ini dibarikan ke sejumlah pihak di Kab Temanggung.

Tebar Sejuta Dirham PerakTujuan kegiatan “Tebar Sejuta Dirham” ada dua. Pertama, mengajak umat Islam yang ingin bersedekah hendaklah diwujudkan dalam Dirham perak dan bukan rupiah, hingga dalam jangka menengah panjang memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kedua, dengan memberikan sedekah berbentuk koin Dirham perak, dalam satuan apa pun, pemberi sekaligus melakukan edukasi dan sosialisasi kembalinya nuqud nabawi ini.

Bulan April lalu, Baitul Mal Nusantara, menginisiasi program Tebar Sejuta Dirham ini. Sebagai langkah awal, BMN telah menyebarkan 100 koin Daniq Dirham, dan diberikan kepada masjid dan mushola di Jabotabek dan Bandung. Total sedekah yang disebar saat itun adalah lebih dari 15 Dirham.

Dalam bulan Juni BMN kembali memberikan sejumlah sedekah Dirham kepada beberapa pihak, kali ini di Kabupaten Temanggung. Total sedekah yang dibagikan adalah 10 Dirham.

Beberapa pihak yang menerima sedekah Dirham dari para dermawan melalui BMN, kali ini, meliputi pondok pesantren, majelis pengajian, organisasi kepemudaan Islam, masjid, dan perwakilan pedagang. Pihak-pihak ini antara lain adalah:

  1. Pondok Pesantren Nida’ Al Quran, 2,5 Dirham
  2. Pondok Pesantren As Salam, 1 Dirham 1 Daniq
  3. PD PII Kab Temanggung, 4 Dirham
  4. Majelis Pengajian Kyai Taifur, 1 Dirham 1 Daniq
  5. Pedagang Pasar Legi, 2 Dirham
  6. Masjid Jami’, 1 daniq

Dengan ditebarkannya koin-koin Dirham ke beberapa pihak di atas diharapkan pengetahuan dan penerapannya secara lebih luas bisa dilaksanakan. Dan, Alhamdulillah, semua pihak di atas menyambut baik ajakan ini, dan akan menindaklanjutinya, sesuai kapasitas masing-masing. Pengurus Pondok Pesantren Nida’ Al Qur’an, misalnya, yang baru merintis kegiatannya melalui majelis pengajian pekanan - dan tengah mempersiapkan pembangunan sarana dasar pesantren, menjajagi kemungkinan mengoperasikan wakala.

Bagi yang ingin mendukung aktifitas Tebar Sejuta Dirham dapat menyalurkan sedekahnya melalui:

Baitul Mal Nusantara (BMN)

Transfer ke Rek Bank Syari’ah Mandiri 067.008.4439, Capem Margonda
Depok, a.n Amal Nusantara untuk dikonversi ke Dirham/Dinar.

atau langsung diserahkan ke: Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali no 2 Rt 003/Rw 04. Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426.
Telp. 7756071-7752699/email: abdarrahman@bmnusantara.org.

Seorang ‘Hamba Allah’ menyedekahkan 25 Dirham melalui BMN untuk pembebasan kaum dhuafa dari jerat rentenir. Program Garnissun Bangsa terus berlanjut.

‘Bersama ini saya sertakan bukti transfer ke Rekening BCA No 7150500405
( KCP Nusantara
 atas nama Ricky Rachadi ) sejumlah Rp 840.000,-
(setara 25 Dirham, sesuai dengan rate Dirham Wakala Nusantara per hari
ini) untuk dapat digunakan oleh Baitul Mal Nusantara (BMN) terutama
bagi pembebasan kaum dhuafa.”

Mohon konfirmasinya dan kiranya bisa diterima untuk dipergunakan di
jalan Allah SWT.’


Demikian sebuah pesan dalam surat elektronik yang diterima pengurus BMN belum lama ini. Pengirimnya hanya menyebutkan dirinya sebagai ‘Hamba Allah’. Sumbangan ini tentu saja sangat berarti, terutama bagi program permodalan usaha bagi kaum dhuafa. Prioritas BMN memang untuk para pedagang mikro dan kecil yang memerlukan modal. Sebagaimana diketahui, saat ini pada umumnya mereka mendapatkan modal dari para rentenir, dengan bunga yang sangat mencekik.

Dengan pemberitaan ini, pengurus BMN juga ingin menyampaikan terima kasih kepada sang dermawan yang tak menyebutkan identitasnya ini, untuk disalurkan dengan sebaik-baiknya sesuai yang diamanahkan. Dalam waktu dekat, BMN akan melebarkan sayapnya ke wilayah Bandung. Amir Devid Hardi akan menjalankan program ‘pembebasan kaum dhuafa’ di wilayahnya, melalui Baitul Mal Bandung. Saat ini ia tengah mengidentifikasi para calon penerima bantuan para dermawan yang disalurkan lewat Baitul Mal. Ini semua adalah bagian dari Program Garnissun (Gerakan Nasional Infak Sedekah Sedirham untuk Penguatan) Bangsa. Koin sebanyak 25 Dirham dari ‘hamba Allah’ ini dialokasikan semuanya untuk BMN Bandung tersebut.

Semoga sedekah di atas menjadi berkah bagi penerimanya, dan menghadirkan pahala yang mengalir abadi sebagai amal jariah bagi pemberinya. Semoga Allah Ta’ala menggantinya dengan berlipat ganda. Amin.

Bagi yang ingin berpartisipasi dalam Garnissun Bangsa, hubungi:

Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali No 2 RT 003/04
Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426
Telp. 7756071 - 7752699
Email: abdarrahman@bmnusantara.org
Rekening BCA No 7150500405 KCP Nusantara
Atas nama Ricky Rachadi(001)

Berikut laporan periode April 2010 Garnissun Bangsa dan Wakaf Imarah Baitul Mal Nusantara (BMN).

Alhamdulillah dengan semakin banyaknya aktivitas amal kebajikan yang digerakkan oleh Baitul Mal Nusantara (BMN) semakin banyak juga dermawan yang datang mengulurkan tangan. Pada bulan April 2010 deretan donatur BMN semakin panjang. Selain donatur rutin, seperti Pak Sofyan al Jawi, Pak Arman, Pak Yan Radityo, Pak Rusdi; ada sejumlah donatur baru.

Dari Balikpapan, Pak Hardiawan menyedekahkan hartanya 1 Dinar emas untuk keperluan pembuatan matras koin, bersama-sama dengan sumbangan dari Yayasan Adina (10 Dinar emas). Dari Jakarta ada Pak Ramadhoni dan Pak Muhammad Yamin Asrofi, masing-masing menyedekakan 20 Dirham dan 1 Dinar emas, plus 1 daniq Dirham (0.5 Dinar untuk Imarah dan sisanya untuk kegiatan lain). Pak Abdarrahman, salah satu donatur rutin, kali ini memberikan sumbangan 25 Dirham, untuk keperluan pencetakan brosur “Tebar Sejuta Dirham”. Donatur baru lainnya adalah Pak Ari Rendra, memberikan 15 Dirham.

Total Dirham terkumpul pun bertambah menjadi 229 Dirham untuk Wakaf Imaret, dan 90.16 Dirham untuk nonwakaf. Total Dinar terkumpul ada 23.5 dinar, dan emasnya masih tetap 57 gr. Penambahan dinar in juga diperoleh dari hasil konversi sejumlah Dirham perak (106 Dirham menjadi 2.5 Dinar), agar memudahkan penyimpanan.

Tabel 1. Perolehan Wakaf Imarah BMN Periode April 2010

Penyumbang

Wakaf Imaret

Sedekah/Infak

Dinar Dirham Emas (gr) Dinar Dirham
Saldo Maret 2010

9

221

57

0

15

1

Sumbangan Bp Sofyan al Jawi

1

2

Sumbangan Pak Hardiawan

1

3

Sumbangan Pak Rusdi

10

4

Sumbangan Pak Ramadhoni

20

5

Sumbangan Kotak Amal 1

6

6

Sumbangan Yayasan Adina

10

7

Sumbangan Bp Arman

2

8

Sumbangan Bpk Zaim Saidi

3

9

Sumbangan Bpk Ari Rendra

15

10

Sumbangan Bpk Yamin Asrofi

0.5

0.5

0.16

11

Sumbangan Bpk Abdarrahman

25

12

Sumbangan Bpk Yan Radityo

5

13

Konversi dari Dirham

2.5

Total Pemasukan

12

229

57

11.5

94.16

Alokasi dana BMN sampai saat ini ditampilkan di Tabel 2. Telah disebutkan di atas sejumlah sumbangan dikhususkan untuk kegiatan tertentu, seperti pencetakan brosur, pembuatan dies koin perak. Selebihnya dialokasikan untuk berbagai kegiatan, terutama permodalan usaha (15 Dirham), dan “Tebar Sejuta Dirham” (19 Dirham). Pada tahap pertama “Tebar Sejuta Dirham” ini lebih dari 100 masjid/lembaga sosial telah menerima koin perak (daniq, nisfu, maupun Dirham).

Jadi, saldo sedekah BMN saat ini adalah untuk Imarah ada 12 Dinar, 123 Dirham dan 57 gr emas; sedangkan untuk non-Imarah ada 0.5 Dinar dan 33.16 Dirham perak.

Tabel 2. Alokasi Dana BMN (April-Mei 2010)

Pengeluaran Dinar Dirham Emas Dinar Dirham

1

Konversi ke Dinar

106

2

Wakaf Matras Koin

11

3

Pencetakan Brosur Tebar Dirham

25

4

Pencetakan Amplop

2

5

Tebar Sejuta Dirham

19

6

Pinjaman Modal

15

Total Pengeluaran

61

Saldo 30 April 2010

12

123

57

0.5

33.16

Semoga Allah SWT membalas sedekah para wakif dan dermawan kita dan mempercepat terwujudnya Imarah Nusantara dengan segera. Amin3x.

Tentang Imarah

Imarah adalah ‘Kawasan Terpadu’ yang menyatukan kegiatan keagamaan dan kesejahteraan umum, yang ditopang oleh pendanaan dari aktivitas komersial yang tak terpisahkan darinya. Di dalam sebuah Imarah - atau dalam tradisi Utsmani disebut sebagai Imaret - kita menemukan beragam fasilitas untuk keperluan ibadah, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemakaman, taman-taman kota, serta pemukiman.

Istilah Imaret sendiri berasal dari bahasa Arab ‘imara, yang artinya pendirian. Kata ta’mir, yang di Indonesia lazim dipakai untuk istilah ta’mir masjid, berasal dari akar kata yang sama, ‘-m-r dan menghasilkan kata ‘amr - hidup - dan isti’mar - mendirikan di atas tanah (pembangunan). Kata di atas digunakan dalam ayat al-Qur’an (11:61), “Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya“.

Kata Imaret juga berarti tindakan pengembangan suatu daerah, dapat disepadankan dengan pengertian Pembangunan Islam. Di dalamnya bisa kita dirikan masjid, madrasah dengan pelbagai jenis dan tingkat, wisma penginapan, dapur umum bagi kaum miskin dan para musafir, klinik-klinik, penampungan anak yatim, perpustakaan, instalasi air, bahkan tanah pemakaman, pabrik roti, taman dan kolam renang, bengkel, toko-toko, rumah zakat dan sebagainya.

Satu bagian penting dari Imaret adalah Karavanseri, atau rest area, tempat para pedagang dan musafir lain beristirahat dan tinggal sementara. Menyatu dan menjadi bagian tak terpisahkan darinya adalah bangunan-bangunan komersial terutama pasar (suq), bazar-bazar, pergudangan, pertokoan, pabrik-pabrik skala kecil dan menengah, bengkel, restoran, apotek, hotel, sarana penyembelihan hewan, kebun produktif, dan sebagainya, sebagai arena bisnis.

Sebagian besar atau seluruh pendapatan dari kegiatan komersial ini sepenuhnya dikembalikan dan digunakan untuk membiayai berbagai layanan sosial yang diberikan kepada publik.

Tentang Garnissun Bangsa

Garnissun Bangsa adalah gerakan ‘amal kebajikan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berupa infak dan sedekah. Infak dan sedekah yang dimobilisasi oleh GARNISSUN BANGSA adalah koin-koin Dirham perak yang dapat diserahkan baik langsung kepada fakir miskin, masjid dan musholla di lingkungan terdekat, rumah-rumah yatim piatu, panti jompo, pondok pesantren, maupun kepada lembaga-lembaga infak dan sedekah, serta derma dan sosial yang dipercaya.

Yang ingin berpartisipasi dalam Program Wakaf Al Imarah dan Garnissun Bangsa BMN dapat menghubungi:

Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali no 2 rt 003/04
Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426
Telp. 7756071 - 7752699
Email: abdarrahman@bmnusantara.org
Rekening BCA No 7150500405 KCP Nusantara
Atas nama Ricky Rachadi

Untuk wakaf dan sedekah dalam bentuk Dirham perak atau Dinar emas dapat diserahkan secara fisik atau dalam bentuk rupiah melalui rekening di atas untuk ditukarkan dengan Dirham atau Dinar di wakala terdekat. Hasil pengumpulan wakaf dan sedekah ini akan dipubliskasikan kepada umum secara periodik.

Penyerahan Dirham ke masjid-masjid dan lembaga sosial lain bukan saja membantu materi tapi juga mengedukasi pengamalan kembali syariat muamalat.

Tebar Sejuta Dirham PerakKencleng masjid terbukti bisa menjadi salah satu cara mensosialisasikan, sekaligus mensirkulasikan, Dirham. “Bentuknya hanya infaq pribadi ke masjid, tidak lagi berbentuk rupiah melainkan Dirham. Tampaknya jadi pembicaraan pengurus masjid,” demikian Pak Hardiawan dalam emailnya dari Balikpapan ke WIN, beberapa waktu lalu.

Tindakan kecil ini memberikan inspirasi bagi kita semua tentang dampak besar yang dapat kita peroleh hanya dengan amal sederhana seperti itu. Untuk itu, agar tindakan individual dan personal yang kecil ini memberi dampak positif yang lebih signifikan, Baitul Mal Nusantara (BMN) mencanangkan inisiatif baru: Tebar Sejuta Dirham. Tentu saja, ini bagian dari GARNISSUN (Gerakan Nasional Infak Sedekah Sedirham untuk Penguatan) BANGSA.

Tebar Sejuta Dirham PerakBapak Abdarrachman Rachadi dari WIN, bersama Amir Devid Hardi dari Amirat Bandung, secara resmi mencanangkan gerakan Tebar Sejuta Dirham ini, Ahad, 25 April 2010, di Masjid Lautze 2, Bandung. Kepada Amir Devid telah diserahkan 25 koin daniq Dirham dari Baitul Mal Nusantara (BMN), untuk ditebarkan di masjid-masjid di Bandung. Ini sebagai langkah awal saja. BMN memulainya dengan menebar sedekah sebanyak 100 koin, terdiri atas koin satuan nisfu dan daniq Dirham. Jadi 100 masjid, 25 di antaranya di Bandung tadi, telah dan akan segera menerima koin Dirham perak.

Betul, yang kita inginkan memang makna harfiah dari gerakan ini, yaitu tersebarnya sekurangnya sejuta koin dirham perak di tengah masyarakat. Secara lebih spesifik Tebar Sejuta Dirham ini kita tujukan untuk mengisi keropak atau kencleng di masjid-masjid atau institusi sosial lain seperti panti asuhan, rumah jompo, dan sebagainya.

Anda, seperti Pak Hardiawan, tentu saja bisa secara personal dan sendiri-sendiri melakukannya, dengan cara menukarkan rupiah menjadi koin perak (entah daniq, nisfu, dirham atau dirhamayn) di wakala terdekat, lalu memasukkannya ke kotak amal di masjid yang Anda suka. Tetapi, Anda bisa juga berpartisipasi dalam gerakan yang dikordinir oleh BMN, dengan cara mentransfer sejumlah rupiah (kelipatan koin dirham), ke rekening BMN, untuk dikonversi menjadi koin perak, dan disalurkan ke masjid atau lembaga sosial.

Agar para penerimanya dapat dengan segera memahami soal Dirham dan Dinar ini pada tiap-tiap keping koin perak yang diserahkan ke penerima, dilengkapi dengan selembar brosur, berisi berbagai keterangan. Anda yang ingin mendapatkan brosur ini (file elektronik) bisa menghubungi BMN.

Jadi, kalau target kita adalah menebar sejuta Dirham, maka masih diperlukan lebih dari 999.900 Dirham lagi. Apakah target 1.000.000 Dirham tidak sangat ambisius? Jawabnya tidak, sebab jumlah zakat, infak dan sedekah, yang secara kongkrit sudah terkumpul per tahunnya di Indonesia, mencapai hampir Rp 1 triliun. Sedangkan 1 juta Dirham baru setara Rp 32.5 milyar rupiah, artinya baru sekitar 3% dari nilai total sedekah.

Dirham telah terbukti bebas inflasi, sangat stabil, dan mampu menjaga daya belinya, sampai ribuan tahun. Sejak zaman Rasulullah Salallahu Alayhi Wassalam di abad ke-6 Masehi sampai detik ini 1 Dirham memiliki daya beli tetap, setara dengan seekor ayam. Semakin luasnya pemakaian dan peredaran koin Dirham perak di tengah bangsa Indonesia, antara lain lewat Tebar Sejuta Dirham ini, akan membuat bangsa ini sangat kuat, tidak mudah dilanda “Krisis Moneter” yang acap memporak-porandakan ekonomi bangsa di masa lalu.

Ayo, tebarkan sekeping Dirham Anda untuk mencapainya!

Untuk sedekah menggunakan uang kertas (untuk kemudian dikonversikan menjadi dirham perak), bisa dikirimkan melalui BMN di Rek BCA No 7150500405 KCP Nusantara a.n Ricky Rachadi, atau langsung diserahkan ke:

Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali no 2 Rt 003/Rw 04. Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426.
Telp. 7756071-7752699/email: abdarrahman@bmnusantara.org

Dompet Dhuafa Republika kembali menunjukkan kepeloporanya: membagikan sebagian zakat dalam Dirham perak.

Dompet Dhuafa RepublikaYayasan Dompet Dhuafa Republika (YDD) sangat dikenal dalam kepeloporannya. Berdiri pada 1993 YDD kini merupakan lembaga derma sosial Islam terbesar di Indonesia. YDD juga banyak meraih penghargaan dari berbagai pihak atas kepeloporannya dalam berabagai bidang. Strategi penggalangan dana yang disertai dengan berbagai inovasi program merupakan salah satu kekuatan lembaga ini.

Di bawah YDD kini bergerak berbagai jejaring, antara lain Tabung Wakaf Indonesia (TWI), Tebar Hewan Korban (THK), Masyarakat Mandiri, dan lain-lain. Dalam kaitannya dengan pemasyarakat kembali Dinar dan Dirham pun YDD menjadi salah satu pelopornya. Dalam satu periode YDD memberikan sebagian gaji karyawannya dalam Dinar emas. TWI telah memiliki unit pengedar koin emas dan perak ini, yakni Wakala Al Waqif, sejak dua tahun lalu.

Umat Islam pun menyambut baik beberapa rintisan YDD ini. Dalam beberapa tahun terakhir ini YDD semakin banyak menerima zakat dan sedekah serta wakaf berbentuk Dinar dan Dirham. Wakala Al Waqif juga menjadi salah satu wakala paling aktif dan dinamis di tanah air.

Mulai April 2010 ini kembali YDD membuat satu kepeloporan baru yakni menyalurkan sebagian zakat yang diserahkan masyarakat kepada YDD dalam bentuk Dirham perak. Cara membagikannya pun dipilih yang paling efektif, yakni dikaitkan dengan program Festival Hari Pasaran (FHP), bekerjasama dengan Batul Mal Nusantara (BMN) dan JAWARA (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dinar Dirham Nusantara).

Pembagian ZakatSampai akhir 2010 nanti direncanakan YDD akan membagikan zakat melalui FHP sebanyak 2000 Dirham. Pasar-pasar rakyat itu sendiri akan berlangsung di berbagai tempat, baik di Jabodetabek maupun wilayah lain, yang akan melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah setempat. Paling tidak 15-20 pasar direncanakan sampai akhir 2010. Sedangkan Dirham peraknya akan dibagikan kepada kaum dhuafa di sekitar pasar. Jumlah kaum dhuafa yang mendapatkan zakat adalah sekitar 75-100 orang dalam setiap event.

Dengan demikian dua manfaat dapat tercapai sekaligus, yakni memberdayakan kaum dhuafa melalui santunan zakat Dirham; dan kedua menggerakkan ekonomi rakyat melalui pasar-pasar terbuka ini. Tetapi, yang paling pokok, adalah dengan FHP dan pembagian zakat dalam Dirham perak syariat Islam di bidang muamalat kita tegakkan. Sunnah Rasul SAW yang telah hilang kini kembali.

Dengan kegiatan seperti ini akan memudahkan para dermawan maupun pengelolanya, untuk memberikan sedekahnya langsung dalam bentuk perak, dan kemudian Insha Allah, juga dalam bentuk koin emas. Kaum dhuafa pun akan memperoleh haknya atas harta riil, yakni emas dan perak, yang kini hanya beredar di tangan segelintir aghniya.

(001)

Garnissun Bangsa dan Wakaf Imarah Baitul Mal Nusantara (BMN) kembali mendapat donatur baru. Berikut laporan periode Maret 2010.

Qadrul HassanMelihat berkembangnya usaha tambal ban di Cilincing yang dibantu BMN lewat Wakaf Ta’awun, Ibu Ida Priatna, seorang dermawan dari Jakarta Selatan, berkeinginan ikut membantu menumbuhkan wirausahawan mikro tersebut. Maka, selain menyerahkan 5 Dinar emas zakatnya yang jatuh tempo, ia juga menyumbangkan 5 Dinar emas lain untuk Garnissun Bangsa. Satu Dinar disisihkan untuk Wakaf Imarah, selebihnya untuk Garnissun Bangsa/BMN nonimarah.

Penyumbang baru selain Ibu Ida adalah Bpk Abu Miftah menyumbangkan 1 Dirham. Bpk Yan Radityo, dua bulan berturut-turut kembali berwakaf, dengan total sumbangan 8 Dirham. Beberapa wakif rutin kembali menyedekahkan hartanya: ada Pak Sofyan al Jawi (1 Dirham), Pak Arman (1 Dirham), lalu Bpk Zaim, kali ini menyumbang untuk sedekah nonwakaf ke Garnissun Bangsa, sebanyak 10 Dirham. Yayasan Adina menyumbangkan 50 Dirham untuk Garnissun Bangsa.

Qadrul HassanTotal Dirham terkumpul pun bertambah menjadi 221 Dirham untuk Wakaf Imaret, dan 60 Dirham untuk nonwakaf. Sementara itu, sumbangan rutin dari WIN yang diwakafkan periode ini, 1 gr emas, ditambah dari sumbangan eks staf LKJ, sama besarnya dengan bulan lalu, sebanyak 3 gr emas. Total Dinar terkumpul ada 9 dinar, dan emasnya 57 gr. Sedangkan sumbangan 4 Dinar dari ibu Ida Priatna (dikonversi memperoleh 172 Dirham), seperti telah disebut di atas, dialokasikan untuk kegiatan permodalan usaha kecil dan kegiatan nonimaret lainnya, dan didistribusikan dalam bentuk Dirham.

Tabel 1. Perolehan Wakaf Imarah BMN Periode Maret 2010

Penyumbang

Wakaf Imaret

Sedekah/Infak

Dinar Dirham Emas (gr) Dinar Dirham
Saldo Februari 2010

8

210

53

1

Sumbangan WIN

1

2

Sumbangan Bp Arman T

1

3

Sumbangan Pak Sofyan Jawi

1

4

Sumbangan eks LKJ

3

5

Sumbangan Bp Abu Miftah

1

6

Sumbangan Bp Yan Radityo

8

7

Sumbangan Ibu Ida Priatna

1

4

8

Sumbangan Bp Zaim S

10

9

Sumbangan Yayasan Adina

50

Saldo Maret 2010

9

221

57

4

60

Alokasi sementara dana Garnissun Bangsa nonimaret ini ditampilkan di Tabel 2. Sebagian digunakan untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi mikro, selebihnya untuk santunan langsung, di sekitar Pasar Dinar Dirham, pada periode ini diberikan di Cilincing, Jakarta Utara. Untuk usaha mikro diberikan sebagai pinjaman kebajikan kepada beberapa orang dhuafa, dan diharapkan terus menjadi dana bergulir. Total alokasi Garnissun Bangsa periode ini adalah 214 Dirham, ditambah biaya kesekretariatan sebesar 3 Dirham. Jadi, saldo sedekah Garnissun Bangsa saat ini adalah 15 Dirham.

Tabel 2. Alokasi Dana Garnissun Bangsa (Nonimaret) Feb-

Maret 2010.

No

Kegiatan

Jumlah Dana*)

Dirham

1

Modal Usaha Bang Udin

36

2

Modal Usaha Bude Yati

15

3

Modal Usaha Tani Bang Abu Bakar

70

4

Modal Usaha Teteh Dewi

15

5

Modal Usaha Wakaf Taawun, Cilincing

43

6

Tunjangan Sosial Dhuafa Cilincing

25

7

Sumbangan Dhuafa lewat YDD

10

8

Biaya Kesekretariatan

3

Total Alokasi

217

Saldo

15

*) Sumbang yang berupa rupiah dan dinar emas untuk permodalan usaha mikro diwujudkan dalam bentuk dirham, untuk memudahkan pemakai dalam mengembalikan pinjaman.

Semoga Allah SWT membalas sedekah para wakif dan dermawan kita dan mempercepat terwujudnya Imarah Nusantara dengan segera. Amin3x.

Tentang Imarah
Imarah adalah ‘Kawasan Terpadu’ yang menyatukan kegiatan keagamaan dan kesejahteraan umum, yang ditopang oleh pendanaan dari aktivitas komersial yang tak terpisahkan darinya. Di dalam sebuah Imarah - atau dalam tradisi Utsmani disebut sebagai Imaret - kita menemukan beragam fasilitas untuk keperluan ibadah, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemakaman, taman-taman kota, serta pemukiman.

Istilah Imaret sendiri berasal dari bahasa Arab ‘imara, yang artinya pendirian. Kata ta’mir, yang di Indonesia lazim dipakai untuk istilah ta’mir masjid, berasal dari akar kata yang sama, ‘-m-r dan menghasilkan kata ‘amr - hidup - dan isti’mar - mendirikan di atas tanah (pembangunan). Kata di atas digunakan dalam ayat al-Qur’an (11:61), “Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya”.

Wakaf ImaretKata Imaret juga berarti tindakan pengembangan suatu daerah, dapat disepadankan dengan pengertian Pembangunan Islam. Di dalamnya bisa kita dirikan masjid, madrasah dengan pelbagai jenis dan tingkat, wisma penginapan, dapur umum bagi kaum miskin dan para musafir, klinik-klinik, penampungan anak yatim, perpustakaan, instalasi air, bahkan tanah pemakaman, pabrik roti, taman dan kolam renang, bengkel, toko-toko, rumah zakat dan sebagainya.

Satu bagian penting dari Imaret adalah Karavanseri, atau rest area, tempat para pedagang dan musafir lain beristirahat dan tinggal sementara. Menyatu dan menjadi bagian tak terpisahkan darinya adalah bangunan-bangunan komersial terutama pasar (suq), bazar-bazar, pergudangan, pertokoan, pabrik-pabrik skala kecil dan menengah, bengkel, restoran, apotek, hotel, sarana penyembelihan hewan, kebun produktif, dan sebagainya, sebagai arena bisnis.

Sebagian besar atau seluruh pendapatan dari kegiatan komersial ini sepenuhnya dikembalikan dan digunakan untuk membiayai berbagai layanan sosial yang diberikan kepada publik.

Yang ingin berpartisipasi dalam Program Wakaf Al Imarah BMN dapat menghubungi: Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali no 2 rt 003/04
Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426
Telp. 7756071 - 7752699
Email: abdarrahman@bmnusantara.org
Rekening BCA No 7150500405 KCP Nusantara
Atas nama Ricky Rachadi

Untuk wakaf dalam bentuk Dirham perak atau Dinar emas dapat diserahkan secara fisik atau dalam bentuk rupiah melalui rekening di atas untuk ditukarkan dengan Dirham atau Dinar di wakala terdekat. Hasil pengumpulan wakaf ini akan dipubliskasikan kepada umum secara periodik.

GARNISSUN BANGSA

GARNISSUN BANGSA
(Gerakan Nasional Infak dan Sedekah Sedirham untuk Ketahanan Bangsa)

Zaim Saidi

Apakah GARNISSUN BANGSA itu?

GARNISSUN BANGSA adalah gerakan ‘amal kebajikan untuk  memperkuat ketahanan  ekonomi masyarakat  berupa  infak dan sedekah.  Infak dan sedekah yang dimobilisasi oleh GARNISSUN BANGSA adalah koin-koin Dirham perak yang dapat diserahkan baik langsung kepada fakir miskin, masjid dan musholla di lingkungan terdekat, rumah-rumah yatim piatu, panti jompo, pondok pesantren,    maupun kepada lembaga-lembaga infak dan sedekah, serta derma dan sosial yang dipercaya.

Apa Tujuan Gerakan ‘Amal ini?

Memperbanyak sedekah dan infak berupa koin Dirham perak (perak murni, 2.975 gr) bukan saja akan menolong keperluan  jangka pendek kaum dhuafa, namum  akan memperkuat ketahanan ekonomi bangsa secara keseluruhan. Membagikan koin Dirham perak berdampak pemerataan kesejahteraan dan aset riel kepada fakir miskin secara nyata.

Mengapa Dirham Perak?

Dirham telah terbukti bebas inflasi, sangat stabil, dan mampu menjaga daya belinya, sampai ribuan tahun. Sejak zaman Rasulullah  SAW di abad ke-6 Masehi sampai detik  ini 1 Dirham memiliki daya beli tetap, setara dengan  seekor ayam. Semakin luasnya pemakaian dan peredaran koin Dirham perak di tengah bangsa Indonesia akan membuat bangsa ini sangat kuat,  tidak mudah dilanda “Krisis Moneter” yang acap memporak-porandakan ekonomi bangsa di masa lalu.

Bagaimana Gerakan ini Dilakukan?

GARNISSUN BANGSA bersifat umum, terbuka, dan bebas, tanpa terikat pada satu individu atau institusi tertentu. Siapa pun, di mana pun, dapat bersedekah dan berinfak berapa koin Dirham pun, kepada siapa pun yang ia kehendaki. Namun, Baitul Mal Nusantara (BMN) sebagai inisiator gerakan ini, secara khusus mengaitkan  GARNISSUN BANGSA dengan kegiatan Festival Hari Pasaran Dirham Dinar Nusantara (FHP) yang diselenggarakan oleh JAWARA (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dirham Dinar Nusantara).

Adakah Program Khususnya?

  • Santunan  Sosial untuk Sembako
    Secara khusus, koin-koin Dirham yang diserahkan melalui BMN akan dibagikan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa di sekitar, dan bersamaan dengan, penyelenggaraan pasar-pasar FHP.  Sampai saat ini FHP telah diselenggarakan di berbagai tempat di Bandung, Jakarta, Depok, dan Yogyakarta, dan akan terus diperluas di kota-kota lain. Dengan demikian masyarakat penerima dapat membelanjakan koin-koin Dirham mereka di pasar-pasar  untuk kebutuhan hidupnya, khususnya sembako. Ini sekaligus menggerakan kegiatan perdagangan khususnya di kalangan usaha mikro, kecil dan menengah.
  • Permodalan Usaha Qirad dan Qordul Hassan
    Dana Qordul Hassan adalah pinjaman modal yang diberikan kepada seseorang yang memerlukan biaya, dalam hal ini untuk keperluan modal usaha, baik sifatnya produksi maupun perdagangan, untuk jangka waktu tertentu dengan kewajiban mengembalikan sejumlah modal yang dipinjamkannya tersebut.

    Besar Dana Qordul Hassan yang disediakan oleh BMN adalah antara 10 Dirham perak sampai dengan maksimal 1.5 Dinar emas.

    Dana Qirad
    adalah sejumlah modal usaha yang diberikan kepada seseorang sebagai sejenis modal ventura, dengan tanpa bunga, tanpa agunan, dan tanpa syarat ekuitas, khusus untuk kegiatan pedagangan. Kontrak Qirad dilakukan dengan ketentuan berbagi keuntungan bagi usaha yang sukses. Bila gagal risiko ditanggung oleh pemodal.
    Besar Dana Qirad yang disediakan oleh BMN untuk saat ini adalah untuk kegiatan perdagangan dengan modal antara 2 Dinar emas – 10 Dinar emas.

  • Wakaf Produktif
    Selain untuk santunan sosial BMN juga menerima sedekah berupa wakaf Dirham dan Dinar untuk keperluan permodalan usaha produktif bagi kaum dhuafa. Saat ini wakaf produktif yang telah berjalan diselenggarakan oleh Wakaf Ta’awun, di Kampung Nelayan Cilincing, berupa usaha tambal ban. Permodalam usaha tambal ban memerlukan wakaf sebesar 50 Dirham perak atau 1 Dinar emas/unit.
  • Program Wakaf Imarah
    Imarah  adalah ‘Kawasan Terpadu’ yang menyatukan kegiatan kesejahteraan umum, yang didanai  dari aktivitas komersial yang tak terpisahkan darinya. Di dalamnya termasuk masjid, madrasah, penginapan dan dapur umum bagi kaum miskin dan musafir, klinik, penampungan anak yatim, perpustakaan, instalasi air minum,  tanah makam, pabrik roti, taman dan kolam renang, bengkel, toko-toko, rumah zakat dan sebagainya. Sebagian besar atau seluruh pendapatan dari kegiatan komersial  di situ sepenuhnya dikembalikan dan digunakan untuk membiayai berbagai layanan sosial yang diberikan kepada publik.

Di mana Dirham Perak bisa diperoleh?

Jaringan Wakala, di bawah kordinasi WIN (Wakala Induk Nusantara), telah bersiap untuk membantu masyarakat yang membutuhkan koin-koin Dirham perak. Saat ini ada sekitar 75 Wakala yang tersebar di berbagai kota di Indonesia (daftar lihat: www.wakalanusantara.com).

Koin Dirham perak  tersedia dalam empat satuan, yaitu ½ Dirham, 1 Dirham, 2 Dirham, dan 5 Dirham.  Koin-koin ini dapat diperoleh dengan cara menukarkan uang kertas rupiah  sesuai dengan nilai tukar yang berlaku saat itu. Pada bulan Februari 2010 nilai tukar Dirham adalah sekitar Rp 29.500/Dirham.

Penutup

GARNISSUN BANGSA secara resmi dimulai dan diluncurkan bersamaan dengan pembukaan Festival Hari Pasaran Dirham Dinar (FHP) di Kampung Nelayan Cilincing, 6 Februari 2010. Pada  peluncuran GARNISSUN BANGSA  ini Baitul Mal Nusantara (BMN)  membagikan zakat  dan sedekah  kepada masyarakat nelayan Cilincing, sebesar 75 Dirham perak.

Pada hari itu  juga  diumumkan kepada masyarakat muslim di mana pun  akan segera diedarkannya koin ½ Dirham Baitul Mal Nusantara (BMN).  Dengan satuan Dirham yang lebih kecil ini (1/2 Dirham setara dengan sekitar Rp 14.750)  kegiatan transaksi sehari-hari akan lebih mudah dilakukan.

Semoga Allah SWT meridhoi dan memberkahi koin-koin  Dirham dan Dinar yang beredar di masyarakat, hari-hari pasaran yang telah kembali, para pedagang dan pengguna Dirham dan Dinarnya, serta  para dermawan yang membagikan dan mustahik yang menerimanya. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan pertolongan kepada para pemimpin umat Islam dalam upaya mereka memperkuat ketahanan ekonomi bangsa Indonesia, khususnya kaum dhuafanya, melalui GARNISSUN BANGSA ini.  Amin ya Robbal Alamin.

Untuk Keterangan lebih jauh:

Abdarrahman Rachadi

Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali No 2, Tanah Baru
Kota Depok  16426
Telp/Fax 021-7756071
HP: 0818717101
Email: abdarrahman@wakalanusantara.com atau zaim@wakalanusantara.com

Kordinator FHP/GB Jakarta
Bpk  Tri Wibowo
Jl. Praja Dalam F No. 48 RT 010/012 Kebayoran Lama Selatan
Kebayoran Lama – Jakarta Selatan 12240

Nadzhir Waqaf Ta’awun
Sofyan al Jawi
Jl.Sungai Landak No.3
RT 008/08  Kel. Cilincing
Jakarta Utara

Kordinator FHP/GB Bandung
Bpk Devid Herdi
Jl. Sarijadi Raya No 52
Bandung, Jawa Barat 40151

Kordinator FHP/GB Yogyakarta
Bpk Mukti Asikin
Jl. Kemitbumen No. 1 Wijilan, Kraton, Yogyakarta

Kordinator/GB Balikpapan
Bpk Hardiawan Triwanda
Perumahan Balikpapan Baru
Pesona Paris Blok W3 No. 9
Balikpapan, Kalimantan Timur 76114