Garnissun Bangsa dan Wakaf Imarah Baitul Mal Nusantara (BMN) kembali mendapat donatur baru. Berikut laporan periode Maret 2010.
Melihat berkembangnya usaha tambal ban di Cilincing yang dibantu BMN lewat Wakaf Ta’awun, Ibu Ida Priatna, seorang dermawan dari Jakarta Selatan, berkeinginan ikut membantu menumbuhkan wirausahawan mikro tersebut. Maka, selain menyerahkan 5 Dinar emas zakatnya yang jatuh tempo, ia juga menyumbangkan 5 Dinar emas lain untuk Garnissun Bangsa. Satu Dinar disisihkan untuk Wakaf Imarah, selebihnya untuk Garnissun Bangsa/BMN nonimarah.
Penyumbang baru selain Ibu Ida adalah Bpk Abu Miftah menyumbangkan 1 Dirham. Bpk Yan Radityo, dua bulan berturut-turut kembali berwakaf, dengan total sumbangan 8 Dirham. Beberapa wakif rutin kembali menyedekahkan hartanya: ada Pak Sofyan al Jawi (1 Dirham), Pak Arman (1 Dirham), lalu Bpk Zaim, kali ini menyumbang untuk sedekah nonwakaf ke Garnissun Bangsa, sebanyak 10 Dirham. Yayasan Adina menyumbangkan 50 Dirham untuk Garnissun Bangsa.
Total Dirham terkumpul pun bertambah menjadi 221 Dirham untuk Wakaf Imaret, dan 60 Dirham untuk nonwakaf. Sementara itu, sumbangan rutin dari WIN yang diwakafkan periode ini, 1 gr emas, ditambah dari sumbangan eks staf LKJ, sama besarnya dengan bulan lalu, sebanyak 3 gr emas. Total Dinar terkumpul ada 9 dinar, dan emasnya 57 gr. Sedangkan sumbangan 4 Dinar dari ibu Ida Priatna (dikonversi memperoleh 172 Dirham), seperti telah disebut di atas, dialokasikan untuk kegiatan permodalan usaha kecil dan kegiatan nonimaret lainnya, dan didistribusikan dalam bentuk Dirham.
Tabel 1. Perolehan Wakaf Imarah BMN Periode Maret 2010
|
Penyumbang |
Wakaf Imaret
|
Sedekah/Infak
|
|
|
Dinar |
Dirham |
Emas (gr) |
Dinar |
Dirham |
|
Saldo Februari 2010 |
8
|
210
|
53
|
|
|
|
1
|
Sumbangan WIN |
|
|
1
|
|
|
|
2
|
Sumbangan Bp Arman T |
|
1
|
|
|
|
|
3
|
Sumbangan Pak Sofyan Jawi |
|
1
|
|
|
|
|
4
|
Sumbangan eks LKJ |
|
|
3
|
|
|
|
5
|
Sumbangan Bp Abu Miftah |
|
1
|
|
|
|
|
6
|
Sumbangan Bp Yan Radityo |
|
8
|
|
|
|
|
7
|
Sumbangan Ibu Ida Priatna |
1
|
|
|
4
|
|
|
8
|
Sumbangan Bp Zaim S |
|
|
|
|
10
|
|
9
|
Sumbangan Yayasan Adina |
|
|
|
|
50
|
|
Saldo Maret 2010 |
9
|
221
|
57
|
4
|
60
|
Alokasi sementara dana Garnissun Bangsa nonimaret ini ditampilkan di Tabel 2. Sebagian digunakan untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi mikro, selebihnya untuk santunan langsung, di sekitar Pasar Dinar Dirham, pada periode ini diberikan di Cilincing, Jakarta Utara. Untuk usaha mikro diberikan sebagai pinjaman kebajikan kepada beberapa orang dhuafa, dan diharapkan terus menjadi dana bergulir. Total alokasi Garnissun Bangsa periode ini adalah 214 Dirham, ditambah biaya kesekretariatan sebesar 3 Dirham. Jadi, saldo sedekah Garnissun Bangsa saat ini adalah 15 Dirham.
|
Tabel 2. Alokasi Dana Garnissun Bangsa (Nonimaret) Feb-
Maret 2010.
|
|
|
|
|
|
No
|
Kegiatan
|
Jumlah Dana*)
|
|
|
|
Dirham
|
|
1
|
Modal Usaha Bang Udin
|
36
|
|
2
|
Modal Usaha Bude Yati
|
15
|
|
3
|
Modal Usaha Tani Bang Abu Bakar
|
70
|
|
4
|
Modal Usaha Teteh Dewi
|
15
|
|
5
|
Modal Usaha Wakaf Taawun, Cilincing
|
43
|
|
6
|
Tunjangan Sosial Dhuafa Cilincing
|
25
|
|
7
|
Sumbangan Dhuafa lewat YDD
|
10
|
|
8
|
Biaya Kesekretariatan
|
3
|
|
|
Total Alokasi
|
217
|
|
|
Saldo
|
15
|
*) Sumbang yang berupa rupiah dan dinar emas untuk permodalan usaha mikro diwujudkan dalam bentuk dirham, untuk memudahkan pemakai dalam mengembalikan pinjaman.
Semoga Allah SWT membalas sedekah para wakif dan dermawan kita dan mempercepat terwujudnya Imarah Nusantara dengan segera. Amin3x.
Tentang Imarah
Imarah adalah ‘Kawasan Terpadu’ yang menyatukan kegiatan keagamaan dan kesejahteraan umum, yang ditopang oleh pendanaan dari aktivitas komersial yang tak terpisahkan darinya. Di dalam sebuah Imarah - atau dalam tradisi Utsmani disebut sebagai Imaret - kita menemukan beragam fasilitas untuk keperluan ibadah, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemakaman, taman-taman kota, serta pemukiman.
Istilah Imaret sendiri berasal dari bahasa Arab ‘imara, yang artinya pendirian. Kata ta’mir, yang di Indonesia lazim dipakai untuk istilah ta’mir masjid, berasal dari akar kata yang sama, ‘-m-r dan menghasilkan kata ‘amr - hidup - dan isti’mar - mendirikan di atas tanah (pembangunan). Kata di atas digunakan dalam ayat al-Qur’an (11:61), “Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya”.
Kata Imaret juga berarti tindakan pengembangan suatu daerah, dapat disepadankan dengan pengertian Pembangunan Islam. Di dalamnya bisa kita dirikan masjid, madrasah dengan pelbagai jenis dan tingkat, wisma penginapan, dapur umum bagi kaum miskin dan para musafir, klinik-klinik, penampungan anak yatim, perpustakaan, instalasi air, bahkan tanah pemakaman, pabrik roti, taman dan kolam renang, bengkel, toko-toko, rumah zakat dan sebagainya.
Satu bagian penting dari Imaret adalah Karavanseri, atau rest area, tempat para pedagang dan musafir lain beristirahat dan tinggal sementara. Menyatu dan menjadi bagian tak terpisahkan darinya adalah bangunan-bangunan komersial terutama pasar (suq), bazar-bazar, pergudangan, pertokoan, pabrik-pabrik skala kecil dan menengah, bengkel, restoran, apotek, hotel, sarana penyembelihan hewan, kebun produktif, dan sebagainya, sebagai arena bisnis.
Sebagian besar atau seluruh pendapatan dari kegiatan komersial ini sepenuhnya dikembalikan dan digunakan untuk membiayai berbagai layanan sosial yang diberikan kepada publik.
Yang ingin berpartisipasi dalam Program Wakaf Al Imarah BMN dapat menghubungi: Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali no 2 rt 003/04
Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426
Telp. 7756071 - 7752699
Email: abdarrahman@bmnusantara.org
Rekening BCA No 7150500405 KCP Nusantara
Atas nama Ricky Rachadi
Untuk wakaf dalam bentuk Dirham perak atau Dinar emas dapat diserahkan secara fisik atau dalam bentuk rupiah melalui rekening di atas untuk ditukarkan dengan Dirham atau Dinar di wakala terdekat. Hasil pengumpulan wakaf ini akan dipubliskasikan kepada umum secara periodik.
Recent Comments