Jumlah wakif dan dana wakaf Imarah bertambah, meski masih jauh dari kebutuhan.
Jumlah dana wakaf yang diperlukan untuk membangun sebuah kawasan terpadu, yang kita sebut Imarah, yang menjadi cetak biru BMN, memang relatif besar. Karena itu sudah pasti pembangunannya nanti akan bertahap. Prioritas pertama adalah pembangunan pasar dan sarana niaga lain, dengan ukuran yang tak terlalu besar dulu. Diperkirakan, untuk tahap awal ini dibutuhkan dana sebesar sekitar 1000 Dinar. Selain itu, dengan adanya wkaf tanah 383 m persegi dari seorang wakif, pembangunan juga akan dimulai dengan sebuah kompleks terpadu, yang disebut sebagai Baitul Makmur, yang memerlukan sekitar 500 Dinar.
Karena itu, dalam waktu dekat ini, Baitul Mal Nusantara, akan melakukan upaya penggalangan dana wakaf secara lebih luas. Saat ini memang masih mengandalkan promosi melalui situs WIN, serta penyebaran brosur seadanya. Alhamdulillah, dalam keterbatasan ini, dalam bulan September dan Oktober ada lagi beberapa wakif baru, dan jumlah dana wakaf pun bertambah. Dalam laporan kali ini juga tercantumkan beberapa wakif yang tidak menyebutkan namanya, dan telah menyetorkan sedekah di bulan Agustus, tetapi belum terlaporkan.
Tabel 1. Perolehan Wakaf Imarah BMN Periode September-Oktober 2010
|
No |
Penyumbang |
Wakaf Imaret |
Sedekah/Infak |
|||||||||
|
|
Dinar |
Dirham |
Rp |
Emas |
Dinar |
Rp |
Dirham |
|||||
|
|
Saldo Agustus 2010 |
35.5 |
108.9 |
|
7 |
2 |
5,255,301 |
46.76 |
||||
|
|
Pemasukan September |
|
|
|
|
|
||||||
|
1 |
Marsono A |
|
4 |
|||||||||
|
2 |
Zaim Saidi |
1 |
|
|
||||||||
|
3 |
Yan Radityo Utomo |
10 |
|
|||||||||
|
4 |
Hamba Allah |
10 |
|
� | ||||||||
|
5 |
Deni Slamet |
5 |
|
|||||||||
|
6 |
Tengku Shahindra |
1 |
|
|
||||||||
|
|
Pemasukan Oktober |
|
|
|
||||||||
|
1 |
Marsono A |
6 |
|
4 |
||||||||
|
2 |
Hamzah Al Rasyid |
6 |
|
|||||||||
|
3 |
Kosirotun |
6 |
|
|||||||||
|
4 |
Kotak Amal |
|
6 |
|||||||||
|
5 |
Hamba Allah (11/09) |
1 |
|
|
||||||||
|
6 |
Hamba Allah (22/09) |
|
|
150,000 |
||||||||
|
7 |
Hamba Allah (14/08) |
10 |
|
|||||||||
|
8 |
Hamba Allah (11/08) |
15 |
|
|||||||||
|
19 |
Hamba Allah (11/08) |
10 |
|
|||||||||
|
|
|
|
||||||||||
|
|
Pengeluaran September |
|
||||||||||
|
1 |
Biaya Zona Dinar Dirham |
1 |
25 |
|||||||||
|
2 |
Foto Kopi Dokumen |
60000 |
||||||||||
|
|
Pengeluaran Oktober |
|
||||||||||
|
1 |
Penambahan Koleksi Perpustakaan |
130,600 |
7 |
|||||||||
|
2 |
Biaya Desain “Batul Makmur” tahap I |
1 |
3.5 |
|
||||||||
|
3 |
Biaya admnistrasi bank Jun - Oktober 2010
|
421,157 |
|
|||||||||
|
4 |
Biaya operasional BMN Jun-Oktober 2010
|
371,243 |
|
|||||||||
|
|
|
|||||||||||
|
|
Saldo Oktober 2010 |
37.5 |
183.4
|
0 |
7 |
1 |
4,422,301 |
18.76 |
||||
Sebagaimana ditampilkan pada Tabel 1. Dana wakaf pada periode ini bertambah 3 Dinar, dan 78 Dirham. Di antaranya 6 Dirham berasal dari kotak amal BMN. Sedangkan sedekah non-Imarah bertambah 16 Dirham. Untuk dana wakaf dikeluarkan biaya penyusunan desain “Baitul Makmur”, sebesar 1 Dinar dan 3.5 Dirham. Sementara pengeluaran sedekah pada periode ini adalah untuk tambahan pembiayaan persiapan pengembangan Zona Dinar Dirham Cilincing, sebesar 1 Dinar dan 25 Dirham, dan penambahan koleksi perpustakaan 7 Dirham. Ada juga pengeluaran dalam bentuk rupiah sebesar Rp 983.000, untuk biaya-biaya administrasi dan operasional BMN, kumulatif selama 5 bulan (Juni-oktober 2010). Sedangkan pemasukan dalam rupiah tercatat Rp 150.000.
Saldo wakaf dan sedekah di BMN periode ini adalah 37.5 Dinar, 183.4 Dirham, dan 7 gr emas. Sedangkan saldo sedekah rutin adalah 1 Dinar, 18.76 Dirham, dan Rp 4.422.301.
Bagi umat Islam yang ingin bersedekah dan berwakaf lewat BMN dapat melakukan:
Transfer ke Rek Bank Syari’ah Mandiri
067.008.4439,
Capem Margonda, Depok,
a.n Amal Nusantara.
atau langsung diserahkan ke:
Baitul Mal Nusantara (BMN)
Jl. M Ali no 2 Rt 003/Rw 04.
Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426.
Telp. 7756071-7752699/
email: abdarrahman@bmnusantara.org.

Bapak Hariadi Hasyim bin Mas’ud sudah cukup lama berniat mewakafkan sebidang tanahnya, seluas 383 m persegi, yang berlokasi di Jl. Mandor Ety Tanah Baru. Tetapi, ia berniat agar wakafnya berfungsi produktif, dan bukan menjadi aset mati. Ia memahami saat ini sudah terlalu banyak aset harta wakaf justru menjadi beban umat Islam untuk memeliharanya.
Alhamdulillah, seperti pada bulan-bulan sebelumnya, Amirat Indonesia melalui Baitul Mal Nusantara, pada bulan Oktober ini juga emmbagikan zakat. Kali ini pembagian dikonsentrasikan di sekitar Kampung Nelayan, Cilincing, bersamaan dengan pencananan Zona WIsata Dirham, Sabtu 23 Oktober lampau. Total zakat yang dibagkan adalah 256 Dirham.
Bulan Ramadhan 1431 H menandai kembalinya rukun zakat mal yang lama hilang, yakni pembayarannya dengan nuqud, Dinar emas dan Dirham perak, secara lebih nyata. Ramadhan tahun lalu (1430 H) di Baitul Mal Nusantara tercatat baru sekitar 1500 Dirham zakat mal yang ditarik dan dibagikan. Tahun ini, sampai periode Agustus 2010 saja (belum termasuk bulan September), telah tercatat total zakat mal (BMN) yang dibagikan sekitar 3500 Dirham. Sebagian, tentu saja, adalah hasil konversi zakat mal yang semula dibayarkan dalam bentuk Dinar emas.
Siang itu Pak Gunawan, seorang tukang lepas yang kebetulan pernah bekerja di tempat Pak Zaim Saidi, datang menemuinya. Ia menanyakan apakah ada pekerjaan yang bisa ia lakukan, sebagai tukang. Kebetulan sedang tak ada pekerjaan, maka ia pun mengutarakan bahwa sebenarnnya ia sedang membutuhkan uang, untuk membayar uang sekolah anaknya. “Sekitar 450 ribu rupiah, yang harus saya bayarkan besok pagi,” katanya, memberikan alasan ia mencari pekerjaan.
Dengan penuh kegembiraan Pak Gunawan pun merespon dengan spontan. Ia bercerita bahwa is pun senang berdagang, beberapa yang terpikirkan adalah menjual sayuran, lauk pauk, khsusunya ayam dan ikan bakar, atau es buah. Sesudah mempertimbangkan beberapa hal, termasuk momentum Ramadhan, is memutuskan berjualan es campur dan jus buah.
Sudah beberapa tahun ini sejak suaminya tidak ada di sisinya lagi, Ibu Salmah Lodra (64 tahun), mengandalkan dagangan gado-gado dan nasi ramesnya sebagai sumber nafkah keluarganya. Meski sudah beranjak dewasa, satu anak laki-laki dan satu putrinya masih tinggal bersamanya, di rumah peninggalan suaminya. Meski ia mengaku sejak muda memang menyukai berdagang tetapi usianya kini membuat geraknya tak selincah dulu. Ia pun memilih berdagang di dekat rumahnya.
Tujuan kegiatan “Tebar Sejuta Dirham” ada dua. Pertama, mengajak umat Islam yang ingin bersedekah hendaklah diwujudkan dalam Dirham perak dan bukan rupiah, hingga dalam jangka menengah panjang memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kedua, dengan memberikan sedekah berbentuk koin Dirham perak, dalam satuan apa pun, pemberi sekaligus melakukan edukasi dan sosialisasi kembalinya nuqud nabawi ini.
Loading...
Recent Comments