Menjelang FHP di Zawiyatul Abror, Kotaparis, Bogor, 350 Dirham sedekah dibagikan ke dhuafa dan yatim.
Waktu ba’da zuhur, sekitar pukul 13.30, Jum’at, 15 April 2011, warga masyarakat sekitar Madrasah Zawiyatul Abror, Kotaparis, Bogor, serta anak-anak yatim yang kebanyakan juga murid di madrasah ini, mulai memenuhi ruang majelis taklim. Mereka hadir untuk mendengarkan penjelasan tentang Dinar dan Dirham, serta persiapan penyelenggaraan Festival Hari Pasaran, yang akan berlangsung besok, Selasa, 19 April 2011, mulai jam 9.00 pagi. Di antara hadirin, tentu saja, ada para pedagang yang akan ikut dalam FHP yang baru untuk pertama kalinya ini diadakan di Bogor.
Selain penjelasan umum dari Bpk Zaim Saidi, yang mewakli WIN, para hadirin mendapatkan pemaparan seputar penggunaan Dinar dan Dirham sejak masa Nabi SAW dari Pak Sufyan al Jawi, al Wakil Wakala Keluarga Madani, serta dari Bpk Ikhsan Basha, Wakil Ketua Paguyuban Jawara. Meski banyak di antara peserta adalah orang-orang yang cukup lanjut usia, wajah mereka menunjukkan pemahaman tentang muslihat uang kertas dan perlunya kembali ke Dinar dan Dirham.
Pemaparan juga diberikan oleh Ibu Ida Priyatna, al Wakil Wakala Az Zahra, yang merupakan penggerak FHP Bogor ini, dengan menyatakan manfaat Dinar dan Dirham dalam menyelamatkan perekonomiam masyarakat. “Di tengah kita ini juga bekerja para perampok yang tidak bisa ditangkap polisi. Setiap hari harta kita dicuri oleh perampok ini, yang namanya inflasi,” ujarnya. Dengan kembali menggunakan Dinar dan Dirham, selain sebagai bukti kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, kita dapat mencegah pencurian terselubung tersebut.
Sebagai bentuk rasa syukur mereka, Wakala Azzahra, menjelang FHP I Bogor itu, juga telah menitipkan 350 Dirham sedekah untuk dibagikan kepada kaum dhuafa dan yatim piatu sekitar Kotaparis, Bogor. Dengan adanya FHP Bogor, Selasa besok, kaum dhuafa dan para yatim ini dapat membelanjakan Dirham mereka untuk kebutuhan sehari-hari.
Semoga Allah SWT memberkahi keluarga besar Wakala Azzahra, melapangkan rezeki mereka, dan merahmati keluarga ini. Semoga Allah SWT memberkahi kaum dhuafa dan yatim, serta para pedagang yang akan bertransaksi menggunakan Dirham perak, di FHP besok.
(001)

Dalam rangka mengembangkan peningkatan kesejahteraan umat yang sesuai dengan sunnah Rasul , sallalahu alayhi wa sallam, BMN akan membangun Imarah. Sebagai tahap awal akan dibangun sebuah wakaf terpadu dengan nama Baitul Makmur.
Rancang bangun awal banguna pertama Baitul Makmur telah tersedia. Utamanya akan terdiri atas beberapa rumah tinggal untuk disewakan dan sejumlah fasilitas sosial sebagaimana di sebut di atas.
Lima belas tahun lalu Pak Jakim harus berhenti dari tempat kerjanya, PT Industri Sandang Senayan. Posisi terakhirnya adalah sebagai pembersih mesin-mesin, satu posisi yang tidak terlalu tinggi. Barangkali setara dengan seorang OB (Office Boy) saja. Karena satu masalah, akhirnya Pak Jakim termasuk dalam kelompok yang mengambil pensiun dini. Dengan pesangon yang ia peroleh ia pun pindah ke luar Jakarta, ke Tanah Baru, Depok.
Bapak Hariadi Hasyim bin Mas’ud sudah cukup lama berniat mewakafkan sebidang tanahnya, seluas 383 m persegi, yang berlokasi di Jl. Mandor Ety Tanah Baru. Tetapi, ia berniat agar wakafnya berfungsi produktif, dan bukan menjadi aset mati. Ia memahami saat ini sudah terlalu banyak aset harta wakaf justru menjadi beban umat Islam untuk memeliharanya.
Alhamdulillah, seperti pada bulan-bulan sebelumnya, Amirat Indonesia melalui Baitul Mal Nusantara, pada bulan Oktober ini juga emmbagikan zakat. Kali ini pembagian dikonsentrasikan di sekitar Kampung Nelayan, Cilincing, bersamaan dengan pencananan Zona WIsata Dirham, Sabtu 23 Oktober lampau. Total zakat yang dibagkan adalah 256 Dirham.
Loading...
Recent Comments